BTQ Siswa Jadi Perhatian PGRI Tegal dalam Wacana Lima Hari Sekolah

PGRI Kota Tegal menyoroti kemampuan BTQ siswa SMP dalam wacana lima hari sekolah agar pendidikan keagamaan dan karakter tetap terjaga siswa utuh.
Eko menilai, kebijakan pendidikan harus dilihat secara utuh, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan religiusitas siswa.
Oleh karena itu, setiap rencana penerapan lima hari sekolah perlu mempertimbangkan kesiapan dan kondisi peserta didik.
Eko menegaskan, PGRI mendorong adanya pembahasan bersama yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, guru hingga orang tua siswa.
"Semua harus duduk bersama, berdiskusi secara kritis dan analitis, agar kebijakan yang diambil benar-benar menghadirkan solusi terbaik bagi pendidikan anak," ujar Eko.
Pria yang menjabat sebagai Kepala SMP Negeri 9 Kota Tegal ini berharap, wacana lima hari sekolah nantinya tidak justru melemahkan upaya peningkatan kemampuan BTQ siswa, yang menurutnya merupakan bagian penting dari pendidikan karakter.
"Intinya, pembelajaran akademik harus tercapai, pembinaan religius tidak terabaikan dan perkembangan anak tetap menjadi prioritas," ucap Eko. **



