Cuaca Buruk, Nelayan Tegal Butuh Bantuan Paceklik

Cuaca ekstrem di perairan Tegal membuat ratusan nelayan tak melaut, kehilangan penghasilan, sehingga butuh segera disalurkan bantuan paceklik.
TEGAL, puskapik.com - Cuaca ekstrem yang melanda wilayah perairan dalam beberapa bulan terakhir berdampak signifikan terhadap sektor perikanan, khususnya penghasilan nelayan di Kota Tegal.
Kondisi tersebut mendorong Ketua DPRD Kota Tegal, Kusnendro, meminta pemerintah setempat segera menyalurkan bantuan beras paceklik bagi nelayan.
Hal itu disampaikan Kusnendro saat dihubungi puskapik.com, Minggu siang 25 Januari 2026.
Baca Juga: Longsor di Bongas Watukumpul Pemalang, Dua Orang Tertimbun
Menurut Politisi PDI Perjuangan ini, cuaca ekstrem yang terjadi sekitar dua bulan terakhir ditandai dengan curah hujan tinggi dan gelombang laut besar, sehingga menyulitkan aktivitas melaut.
"Cuaca ekstrem ini sangat berdampak bagi nelayan, terutama yang menggunakan kapal di bawah 30 gross tonage. Banyak dari mereka yang akhirnya memilih tidak melaut karena faktor keselamatan," ujar Kusnendro.
Kusnendro menegaskan, nelayan yang tetap melaut menghadapi risiko tinggi, sementara mereka yang tidak melaut praktis kehilangan sumber penghasilan.
Baca Juga: Butuh Penataan Wisata Guci, Bangunan Tepi Sungai Gung Hingga Pipa Air Panas
Kondisi tersebut, kata Kusnendro, perlu direspons cepat oleh Pemerintah Kota Tegal.
Di sisi lain, Kusnendro menyebut Pemkot Tegal sebenarnya memiliki program bantuan beras bagi nelayan.
Namun selama ini, penyaluran bantuan tersebut kerap dilakukan bersamaan dengan agenda sedekah laut.
Sementara itu, Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia atau HNSI Jawa Tengah, H. Riswanto, juga menyoroti tingginya kerentanan nelayan saat cuaca ekstrem.
Riswanto mencontohkan insiden kecelakaan laut yang menimpa kapal nelayan kecil pada Senin 19 Januari 2026.
"Ada lima nelayan yang berangkat melaut untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun di tengah laut mesin kapal mati, kemudian diterjang ombak besar hingga akhirnya terdampar di kawasan wisata Pantai Alam Indah," ungkap Riswanto.
Riswanto berharap, pemerintah daerah lebih adaptif dalam merumuskan kebijakan perlindungan sosial bagi nelayan.



