Menu Makanan Khas Ramadan, Botok Keong Sawah Bumbu Kelapa Pedes dan Gurih

Sabtu, 21 Februari 2026 | 09.43
Asih, penjual keong di Pasar Pagi Pemalang melayani pembeli, baru-baru ini. (Guntur)
Asih, penjual keong di Pasar Pagi Pemalang melayani pembeli, baru-baru ini. (Guntur)

Asih (60), pedagang di Pasar Pagi Pemalang, melayani pembeli keong sawah untuk menu botok keong Ramadan yang pedas dan gurih.

PEMALANG, puskapik.com - Makanan satu ini hanya ada setiap bulan suci Ramadan. Rasa pedas dan gurih bikin semangat menjalani bulan suci Ramadan. Ya, botok keong sawah bumbu kelapa.

Bagi penikmat kuliner satu ini, pasti sudah pernah merasakan sensasi botok keong. Tapi, makanan botok keong biasanya marak di bulan puasa. Walaupun di bulan-bulan lainnya juga ada beberapa yang menjual, tapi tidak seramai saat bulan puasa.

Pedagang keong di Pasar Pagi Pemalang, Asih (60) asal Desa Mulyoharjo, Kecamatan/ Kabupaten Pemalang, mengatakan, dirinya baru menjual keong sejak bulan suci Ramadan.

Hal itu dilakukan karena setiap bulan puasa, banyak yang mencari keong. Terbukti, sejak tiga hari lalu, pembeli keong semakin meningkat.

Baca Juga: Ronda Ramadan, Tradisi 15 Tahun yang Menjaga Hangatnya Warga RT 02 Mintaragen Tegal

"Ini sudah biasa kalau bulan puasa banyak yang beli. Makanya, saya jualan keong," kata Asih yang biasanya jualan kulit lumpia di Pasar Pagi Pemalang.

Asih mengaku, selama tiga hari puasa, jualannya selalu habis diborong. Ia stok keong yang dibeli dari peternak di Demak sekitar 1 kuintal perhari. Setiap pembeli bisa mengambil 2-10 kilogram.

Mereka membeli untuk diolah kembali menjadi santapan untuk berbuka puasa.

"Bulan-bulan biasa hanya menerima pesanan. Rata-rata tiap hari di bulan biasa, hanya sekitar 30 kilogram," ujar Asih.

Untuk bulan biasa, Asih membeli di petani asal Brebes. Jika ada yang pesan keong, maka dirinya ke Brebes untuk mengambil keong. Namun, hal itu tidak setiap hari ada pesanan.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait