Sate Loso, Warisan Kuliner Pemalang yang Bertahan Sejak 1946

Sate loso

Sate Loso, kuliner legendaris Pemalang sejak 1946, tetap bertahan dengan resep turun-temurun dan cita rasa khas yang digemari lintas generasi.

Hanya bagian tertentu dari daging sapi yang dipilih untuk bahan Sate Loso karena dinilai paling empuk dan sesuai dengan karakter sate loso.

Baca Juga: Warga Bangun Jembatan Darurat Akses Desa Semingkir - Watukumpul Pemalang

"Dulu mbah pakainya daging kerbau, sekarang pakai daging sapi. Dagingnya khusus, bagian dalam yang enak." terang Nana kepada puskapik.com.

Selain daging, racikan bumbu rempah juga menjadi pembeda Sate Loso dengan sate lain. Bumbu khasnya meresap hingga ke serat daging yang menjadikannya gurih.

Sajian Sate Loso dilengkapi sambal kacang yang dibuat dari campuran lombok, kacang, dan gula. Sambal ini pun memiliki cita rasa yang khas.

Baca Juga: NKRI Harga Mati, Firnando Ajak Warga Sumberejo Perkuat Persatuan di Tengah Perbedaan

Sebagai pelengkap, sate disajikan bersama kuah gurih dari soto tauge segar. Kuah ini menjadi ciri khas lain dari Sate Loso yang memperkaya cita rasa hidangan.

Sate Loso sudah menjadi salah satu ikon kuliner Pemalang. Untuk menikmati satu porsi Sate Loso, pengunjung cukup merogoh kocek Rp 27.500 per-porsi. **

Halaman 2 dari 2

Artikel Terkait