Serentak, 1.000 Bibit Pohon Ditanam di Lereng Gunung Slamet

Rabu, 14 Januari 2026 | 16.50
penanaman bibit pohon di lereng Gunung Slamet
Gerakan penanaman bibit pohon di lereng Gunung Slamet bertempat di Basecamp Permadi Jungle Guci. (dok)

Gerakan masyarakat menanam 1.000 bibit pohon di lereng Gunung Slamet untuk pemulihan hutan lindung

"Ini bukan sekadar seremonial. Kita menanam masa depan. Gunung Slamet adalah atap Jawa Tengah sekaligus penyedia air bagi jutaan orang di sekitarnya," ujar koordinator aksi menanam pohon, Ali Burhan di Permadi Jungle.

Aksi reboisasi ini difokuskan pada area-area yang mengalami degradasi lahan akibat pembukaan lahan ilegal maupun faktor alam.

Penanaman 1.000 pohon baru ini diharapkan dapat mencegah erosi agar akar pohon bisa memperkuat struktur tanah di kemiringan ekstrem.

Serapan Air

"Menjaga debit air dimana hutan yang lebat akan memastikan serapan air tanah tetap stabil bagi warga di kaki gunung. Mitigasi Bencana dimana dengan penanaman pohon bisa mengurangi risiko tanah longsor dan banjir bandang di wilayah hilir."

Berbeda dengan aksi tanam pohon biasanya, panitia menekankan pentingnya perawatan.

Masyarakat lokal dan para pecinta alam telah berkomitmen untuk memantau pertumbuhan bibit-bibit tersebut secara berkala.

Baca Juga: Karyawan FIF di Banyumas Diduga Dikeroyok Saat Kunjungi Debitur

"Kami mewakili Komunitas Pecinta Alam meminta pihak berwenang untuk memastikan hutan lindung ditutup dari aktivitas pertanian. Serta aparat yang berwenang bisa nenegakkan aturan dan sanksi terhadap pihak yang melanggar, karena sejatinya menanam itu mudah, yang sulit adalah memastikan pohon itu hidup sampai besar. Kami akan pastikan 1.000 pohon ini tidak sia-sia," tambah Kamal Fuadi salah satu relawan dari komunitas pecinta alam Reksa Bumi.

Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Camat Bojong Mochamad Dhomiri kepada seluruh elemen yang terlibat dalam kegiatan penanaman pohon.

Halaman 2 dari 3

Artikel Terkait