Atasi Banjir Berulang, Pemdes Adisana Gandeng Pihak Ketiga Normalisasi Sungai Keruh

Rabu, 7 Januari 2026 | 17.18
 Kasat Resnarkoba Polres Tegal AKP Indra Irnawan Liarafa didampingi KBO Resnarkoba Ipda Ahmad Jhony dan Plt Kasi Humas Ipda Komarudin menggelar konferensi pers ungkap kasus narkotika di Gedung Tantya Sudhirajati, Mapolres Tegal, Rabu, 7 Januari 2026.
Kasat Resnarkoba Polres Tegal AKP Indra Irnawan Liarafa didampingi KBO Resnarkoba Ipda Ahmad Jhony dan Plt Kasi Humas Ipda Komarudin menggelar konferensi pers ungkap kasus narkotika di Gedung Tantya Sudhirajati, Mapolres Tegal, Rabu, 7 Januari 2026.

Pemdes Adisana Brebes rencanakan gandeng pihak ketiga normalisasi Sungai Keruh guna atasi banjir berulang yang merendam rumah dan sawah.

BREEBES, puskapik.com- Banjir berulang terus mengancam Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes. Pemerintah desa kini berencana menggandeng pihak ketiga untuk mempercepat normalisasi Sungai Keruh, salah satu penyebab utama luapan air yang merendam jalan dan rumah warga.

Langkah ini menjadi kesimpulan rapat penanganan banjir yang digelar di Kantor Desa Adisana, Rabu 7 Januari 2026. Selain BPD dan LPM setempat, rapat diikuti anggota DPRD Brebes Ade Apriyanto, Nurendro, dan Nur Bintang.

Selain itu, hadir juga perwakilan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Sururul Fuad dan DPR RI Harris Turino .

Baca Juga: Kunjungi SLB Mutiara Hati Bumiayu, Agung Widyantoro Borong Batik Ciprat

Kades Adisana, Ahmad Yani, menjelaskan, tingginya sedimentasi Sungai Keruh di wilayah Penggarutan membuat aliran air berbelok dan meluap ke pemukiman warga. Karena itu, normalisasi sungai menjadi langkah paling mendesak.

“Anggaran desa terbatas, dan bantuan pemerintah melalui APBD biasanya memakan waktu. Karena itu, kami mempertimbangkan kerja sama dengan pihak ketiga untuk menormalisasi Sungai Keruh,” ujar Ahmad Yani.

Menurut Ahmad Yani, banjir yang terus berulang telah menimbulkan kerusakan serius. Jalan desa sepanjang 200 meter rusak parah, 45 rumah terendam, 30 hektare sawah terdampak, dan fasilitas publik seperti pipa air bersih, SPAM, serta drainase di sembilan titik ikut terganggu.

Baca Juga: Banjir Pekalongan Belum Teratasi, Sekolah Terendam dan Warga Mengungsi

Hasil rapat akan menjadi dasar pengajuan normalisasi ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ahmad Yani berharap Pemkab Brebes dan DPRD mendukung langkah tersebut. “Kalau Sungai Keruh tidak dinormalisasi, banjir akan terus terjadi,” tegasnya.

Anggota DPRD Brebes, Ade Apriyanto, menekankan, normalisasi Sungai Keruh sebagai prioritas utama. Namun, ia mengakui pengerukan sungai terkendala izin dari Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi dan keterbatasan anggaran.“Kalau menunggu APBD, pengerjaan pasti lama. Jadi kami mendukung kerja sama dengan pihak ketiga untuk mempercepat proses,” kata Ade.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait