Hasil Penelitian Manajemen Literasi Sekolah dalam Kemampuan Membaca Siswa MI Ihsaniyah 02 Debong Tengah Tegal

Jumat, 21 November 2025 | 04.59

TEGAL, puskapik.com - Hasil penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab rendahnya kemampuan membaca siswa kelas atas di MI Ihsaniyah 02 Debong Tengah serta mengevaluasi efektivita...

TEGAL, puskapik.com - Hasil penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab rendahnya kemampuan membaca siswa kelas atas di MI Ihsaniyah 02 Debong Tengah serta mengevaluasi efektivitas manajemen program literasi sekolah dalam meningkatkan kemampuan tersebut. Pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan untuk mengkaji secara mendalam pelaksanaan fungsi manajemen literasi meliputi; perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan literasi di sekolah. Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) memberikan otonomi penuh kepada sekolah untuk mengelola program dan sumber daya sesuai karakteristik lokal. Di MI Ihsaniyah 02, kepala sekolah merancang program pembiasaan membaca dan les tambahan berbasis metode fonik yang dilaksanakan pada jam terakhir hari Senin sampai Kamis untuk siswa yang mengalami kesulitan membaca. Dalam wawancara dengan guru les, beliau menjelaskan, “Metode fonik sangat membantu siswa dalam mengenali bunyi huruf yang kemudian membentuk suku kata dan kata secara sistematis. Banyak siswa yang awalnya kesulitan mengeja, kini mulai menunjukkan kemampuan membaca lebih lancar setelah mengikuti les ini. Guru juga menambahkan, “Motivasi siswa meningkat signifikan karena mereka merasakan perkembangan keterampilan baca secara nyata, sehingga semangat belajar pun bertambah.” Analisis data menunjukkan tiga penyebab utama rendahnya kemampuan membaca siswa, yaitu - Kurangnya minat dan motivasi membaca. - Minimnya latihan membaca yang konsisten, - Sarana belajar yang terbatas, - Kurangnya dukungan dari lingkungan terutama peran orang tua dalam membiasakan membaca di rumah - Kurangnya variasi metode pembelajaran juga berkontribusi hambatan tersebut. Pelaksanaan program les tambahan dengan metode fonik menunjukkan hasil yang positif. Dari tujuh siswa yang mengikuti les, lima siswa telah berhasil membaca dengan lancar, sedangkan dua lainnya masih dalam tahap proses pembelajaran lanjutan. Evaluasi secara berkala mendukung penyesuaian strategi agar program dapat berjalan lebih efektif.Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa manajemen program literasi yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi secara sistematis dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa dengan signifikan. Keberhasilan program juga sangat bergantung pada dukungan guru, lingkungan sekolah, dan keterlibatan keluarga. Rekomendasi yang diberikan mencakup peningkatan fasilitas dan variasi bahan bacaan, pengembangan kreativitas guru dalam pemilihan metode pembelajaran membaca, serta penguatan kemitraan sekolah dan orang tua dalam membina kebiasaan membaca di rumah. Penulis: Khilma Nadzifah Mar’atus Sholikhah, Askiatul Fatonah M.Hasani ArifinMahda Syifa Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IBN Tegal

Artikel Terkait